3. Rangga
"Eka itu siapa sih ?" Tanyaku pada Thyas saat kami lagi berdua. "Temen kerja" jawabnya ketus. Makin hari, perubahan sikap Thyas makin terasa. Aku tidak merasa sudah berbuat salah belakangan ini, tapi kenapa dia jadi begitu ? Apalagi, ku dapati ada chat di smartphone nya yang begitu mesra kalau cuma di kategorikan "temen kerja". Aku cemburu. Sampai aku sedikit emosi, lalu memilih untuk diam supaya tidak meledak di warung tempat kami berada itu. "Sini hapenya !" "Kamu tuh apaan sih ? Curigaan gitu, kek anak kecil tau gak !" "Yaudah, jelasin siapa si eka itu !" Nada ku meninggi. "Masa bodoh !" Thyas hendak beranjak dari kursinya. Aku langsung memegang pergelangan tangannya kuat sekali karena terbawa emosi. Aku lalu tersadar. Ini tak baik. Ini mencoret citra ku sebagai lelaki lembut. Lalu aku longgarkan peganganku, dan berkata lembut.. "Duduk dulu, yaudah kalau gamau cerita" "Aku mau pulang R...