Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Antara Batman, dan bodoh.

Sebenarnya, kita terlibat hubungan yang cukup serius. Namun kompleks. Ketika aku mengharap kamu untuk sekedar melirik aku dari cadar mu, dan ketika itu juga kamu melirik kerah baju lelaki lain. Ini tidak sedang bercanda. Aku serius. Ini rumit. Saat ini, aku berharap bisa mempunyai kemampuan seorang Batman dalam gelap. Bukan karena dia superhero yang di sukai banyak wanita. Hanya saja, seorang B ruce memiliki cukup keberanian untuk mengatasi rasa takutnya. Dan menjadikan itu sebagai matahari nya untuk bergerak. Namun, Bruce dan aku cukup berbeda. Ketakutanku bukanlah seekor kekelawar yang terbang berkelompok dari mulut gua hanya karena khawatir akan cahaya senter. Ketakutanku hanyalah, menjadi asing dengan mu.

2. Thyas

"Hey" Kata itu terdengar merdu di telingaku, saat aku membukakan pintu rumah ku untuk pria itu. Seorang lelaki yang sudah menjalin hubungan dekat dengan ku satu tahun belakangan ini. Ranggadya Soebandi. Iya, itu namanya. Umurnya 2 tahun lebih tua daripada aku. Bekerja sebagai pegawai kantoran biasa, yang hobby olahraga ekstrim. "Salam kek, hay hey hay hey" ujar ku ketus manja. "Hehe, assalamualaikum" ujarnya sambil menarik tanganku, lalu di kecupnya ringan. Aku tersenyum geli. Ada saja perlakuan Rangga yang membuatku merasa sangat di sayangi. Aku bisa di bilang sangat bahagia semenjak pacaran dengannya. Dari cuma sekedar makan bakso, jalan jalan keliling kota kecil kami, selalu dia membuat ku tertawa. Tapi, yang tak kusuka darinya adalah sifatnya yang temperamen. Bisa marah sejadi - jadinya jika sesuatu ada yang tidak beres baginya. Itu saja. Yang lain, tetep suka. Hehe. Tubuhnya tinggi, berkulit agak gelap, dengan rambut lurus sedang nya yang selal...

3. Rangga

"Eka itu siapa sih ?" Tanyaku pada Thyas saat kami lagi berdua. "Temen kerja" jawabnya ketus. Makin hari, perubahan sikap Thyas makin terasa. Aku tidak merasa sudah berbuat salah belakangan ini, tapi kenapa dia jadi begitu ? Apalagi, ku dapati ada chat di smartphone nya yang begitu mesra kalau cuma di kategorikan "temen kerja". Aku cemburu. Sampai aku sedikit emosi, lalu memilih untuk diam supaya tidak meledak di warung tempat kami berada itu. "Sini hapenya !" "Kamu tuh apaan sih ? Curigaan gitu, kek anak kecil tau gak !" "Yaudah, jelasin siapa si eka itu !" Nada ku meninggi. "Masa bodoh !" Thyas hendak beranjak dari kursinya. Aku langsung memegang pergelangan tangannya kuat sekali karena terbawa emosi. Aku lalu tersadar. Ini tak baik. Ini mencoret citra ku sebagai lelaki lembut. Lalu aku longgarkan peganganku, dan berkata lembut.. "Duduk dulu, yaudah kalau gamau cerita" "Aku mau pulang R...

1. Eka

Namaku Muhammad Eka Saputra. Plain. Ya namaku memang terdengar dan terbaca biasa. Nama umum yang bisa dimiliki siapa saja di muka bumi Indonesia Raya ini. Umurku hampir 23 Tahun bulan Agustus nanti. Orang banyak bertanya, kenapa orang tua ku tidak menamai ku dengan, Agustian ? Atau Agus saja ? Nev ermind that. Aku anak sulung dari 3 bersaudara. Adik-adik ku masih kecil kecil. Yang nomor 2 cowok, masih kelas 3 SD. Yang bungsu cewek, masih TK nol besar. Tapi, sudah tidak pernah merasakan kehadiran seorang Ayah di keseharian mereka. Ya, Orang tua kami bercerai ketika ibuku mengandung si bungsu. Saat aku masih duduk di bangku SMA. Ayahku berkhianat. Ibuku di cerai ketika jawaban "tidak mau dimadu" keluar dari mulutnya. Perhatikan, bagaimana aku sebagai anak yang paling tua sudah seharusnya menaruh benci kepada Ayahku. Tapi tidak, ketika aku di beri pilihan untuk tinggal dengan siapa, aku dengan mantap memilih ayahku. Bukan karena aku benci ibuku, atau tidak menyayangi nya sama ...